[catatan siang] KEmana-mana

 

Hari ini saya belum melihat sesuatu yang menarik kecuali ketidak menarikan itu sendiri. Masih seperti aktivitas saya yang kemarin-kemarin, saya duduk di depan laptop sejak pagi. Sehabis mandi dan membereskan kamar seadanya. Menghadap ke dinding warna orange yang sebenarnya bukan warna favorit saya tapi cuman warna itulah yang tersedia di rumah ketika kamar saya diberondong kutu. Kutu yang berasal dari jamur di lemari buku saya. Lemari buku yang baru saya beli untuk menampung buku-buku saya yang kemarin kena korban di kutu buku. Kali ini benar-benar kutu buku. Makhluk kecil yang belum pernah saya lihat wujudnya ketika menggerogoti buku yang belum saya baca. Mengukirnya dengan bentuk yang unik tapi membuat saya gondok. Bagaimana saya bisa mengagumi hasil karyanya jika makhluk-makhluk pemangsa buku itu melakukannya di buku saya. Alhamdulillah, bukan buku kesayangan atau buku yang sudah tidak bisa dibeli di mana-mana lagi. Maka saya ikhlas saja ketika buku itu harus menjadi penghuni tong sampah.
Mungkin kamu menebak saya duduk di depan laptop sejak pagi karena sedang sibuk menulis. Jujur saja, sejak sebulan kemarin, saya memang sibuk menulis, mengejar deadline lomba. Tapi sejak saya sudah berhasil mengirimkan email ke panitia sehari sebelum deadline, saya menghabiskan waktu saya dengan bermain game. Saya penyuka game tapi tidak suka bermain banyak game. Satu atau dua saja. Biasanya saya punya dua akun. Untuk saling menolong kalau perlu barang-barang unlimited atau perlu dana. Asik saja. Game membantu saya menghilangkan rasa bosan. Jadi, kalau saya nongol di Facebook tapi diam saja, berarti saya sedang bermain. Memainkan mainan yang bikin saya sering lupa membalas komen atau melanjutkan tulisan-tulisan saya yang masih menggantung.
Kalau sedang menulis dan lelah, biasanya saya mengklik SOLITAIRE. JK Rowling juga biasa main game untuk memancing ide menulis. Entah, saya lupa membacanya dimana. Asal jangan kebablasan, trik ini juga boleh kalian pakai. Kadang-kadang malah keenakan main game, bikin kita lupa mau menulis apa.
Jadi, seperti ini saja. Menulis apa saja yang melintas di kepala. Ketika tidak ‘melihat’ sesuatu yang menarik, ketidak menarikan juga bisa jadi cerita.
Gerakkan jarimu!
Gerakkan jarimu!
Tulis saja. Lupakan teori. Tulis saja. Sampai titik. Dan akhiri!

 

^___________^

 

 

About fitrigitacinta

perempuan yang jatuh cinta pada hujan.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s