Lepaskan dia dari hatimu

Kiara berdiri mematung dengan kedua tangan tertangkup di depan dada. Sepasang mata hazelnya menatap konstan ke satu arah. Dimana satu-satu keindahan yang setia menetap di hatinya berada. Yang tidak sekalipun peduli, bahkan untuk menoleh. Melempar segaris senyum.
“Lepaskan dia dari hatimu.”
Bisikan itu bukan yang pertama kali Kiara dengar. Entah dalam nyata. Entah dalam khayalannya semata. Sebaris kalimat itu seperti sebuah perintah yang selalu diabaikannya dengan senang hati.
Dont choose the one who is beautiful to the world.
But rather, choose the one who makes your world beautiful.
Kiara menutup kedua telinganya.
Ternyata, ratusan kali mengabaikan sebaris kalimat itu hanya demi menyenangkan obsesinya yang tak pernah kesampaian, kian membuatnya lelah. Kiara mulai percaya, kerinduan itu tak akan pernah berbalas manis. Tak seperti kisah yang kerap kali tertuang di dalam mimpi-mimpinya.
Kiara menurunkan tangannya yang lunglai jatuh di samping tubuh mungilnya. Sepasang mata hazelnya mulai bergerak menuju arah berbeda. Satu-satunya keindahan yang dikenalnya, konstan mengabaikan perhatiannya. Tidak sekalipun peduli, walau hanya untuk melempar segaris senyum.

About fitrigitacinta

perempuan yang jatuh cinta pada hujan.
This entry was posted in fiksi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s