[poem] Kulepaskan Kau Dari Hatiku

Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku. Seseorang dengan panah cupid tersembunyi di balik punggungnya. Yang membisu sampai akhir karena sepasang mataku tak juga bisa mengeja namanya. Yang tetap terbata-bata meski nyaris meledak. Yang tetap berkata,”kau adalah langit teduh yang menaungiku tapi sungguh kucintai pelangi setelah hujan.” Anggap aku bodoh! Tapi kau pun tak lebih dungu dari aku.
Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku. Seseorang dengan lima tangkai mawar layu di tangannya. Yang tak juga berkata,”aku tidak bisa hidup tanpamu. Kau udaraku. Kau detak jantungku. Kau nadiku.” Kau merelakan dirimu jadi pungguk, membiarkan aku jadi kupu-kupu di taman hatinya. Tanpa peduli, apakah kau terluka. Apakah kau menangis di balik tawa bahagiaku.
Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku. Seseorang yang tak pernah bisa mengucapkan,”betapa kau berarti untukku.” Selamanya aku hanya ada di rasa bisumu. Selamanya aku hanya menjadi bintang tak terjangkau. Selamanya aku hanya bidadari biru yang tak pernah berhasil kau curi selendangnya. Selamanya… ya selamanya… aku hanya angan-angan di tiap detik lamunan siangmu.
Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku. Seseorang yang berjaya menjarah sebagian hatiku dalam diamnya. Yang berhasil menyelusup dalam pikiranku tanpa kata. Yang sukses mencuri separuh mimpiku setapak demi setapak. Namun sayang, kau tebaskan peluangmu dalam satu kalimat,”mati saja kalau kau tidak bisa lagi melakukan apa-apa!” Dan aku terperangah! Sungguh, kau bukan rumah yang aku cari untuk bernaung!
Hari ini, kulepaskan kau dari hatiku. Seseorang yang menjadi pengusik ketenanganku. Terima kasih untuk diammu. Terima kasih untuk tak berkata apa-apa tentang rahasia kecil di sudut hatimu. Terima kasih untk detik-detik penuh tawa dan kebersedianmu mendengarkan celotehku yang kadang tak masuk di akal. Terima kasih untuk kau patahkan hatiku di saat aku mulai berpikir bahwa kaulah, penutup dari sebuah kisah dalam hidupku.
Percayalah! Aku baik-baik saja. Tak usah cemas!

 

12 November 2010

About fitrigitacinta

perempuan yang jatuh cinta pada hujan.
This entry was posted in gerimis and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s