[poem] Doaku

Tuhan,
Alasi sepasang kaki kecilku dengan kekuatanMu
Agar aku mampu bertahan
Menempuh rute perjalananku menujuMu

Sabarkan hatiku yang mudah bosan
Ceriakan jiwaku yang mudah lelah
Luruskan langkahku yang mudah goyah

Tuhan,
Selimuti tubuh merinduku dengan hangat cintaMu
Supaya teguh pendirianku
Menjalani kisah hidup yang telah Kau tulis untukku

Tenagai hatiku yang mudah melemah
Temani jiwaku yang mudah merasa sendiri
Lindungi niatku yang mudah patah

TanpaMu
Aku hanya seonggok daging tak bermakna…

-March 31-

Posted in Uncategorized | Leave a comment

[poem] COWARDICE

Mengenalmu…

Aku menjadi semakin tahu

seberapa besar ketakutanku

Sementara aku masih takut mati

Kau menjemputnya dengan berani

Kau bilang,

Kematian adalah pintu pembuka rumahNya

Kenapa harus takut mengetuknya

O, tentu saja aku tahu

Tapi jiwaku kerdil

Hatiku sempit

Yang kutahu mencari selamat sendiri

Meski menangis, diam-diam mengutuki

Mengenalmu,

Aku menjadi semakin tahu

Seberapa besar cinta yang bersarang di dadaku

Sementara aku sibuk menghitung

Kau membuktikannya dengan lantang

Kau bilang,

Cinta tak membutuhkan alasan

Cinta tak memerlukan penjelasan

O, tentu aku mengerti itu

Meski masih juga diri ini tak mampu

Menjadi pemberani sepertimu

#maafkan aku… untuk kekuatan untukmu yang kadang lupa kusebutkan di dalam doaku…😦

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cinta…. bersabarlah

Aku di sini, berdiri di tengah lapangan luas yang dipenuhi orang-orang yang ingin menikmati cerahnya sinar matahari di musim semi. Aku hanya sendiri di antara mereka yang datang bersama keluarga, pasangan ataupun teman-teman. Entah mengapa, sepasang mataku mengarah pada berpasang-pasang kekasih yang lalu lalang di hadapanku. Aku melihat mereka saling bergandengan tangan, berjalan dengan langkah seirama dan sekali-kali saling menatap dengan mesra. Aku hanya bisa membuang pandang dengan wajah panas. Setengah iri. Setengah pedih.
Bertanya lirih pada Tuhan,”mengapa aku masih saja sendiri?”
Andai bisa kutahu apa jawaban Tuhan, aku bergegas akan memperbaiki yang salah, membenahi yang telanjur kusut, memudahkan yang sulit lalu menyederhana rangkaian kekalutan yang tercipta dari banyaknya prasangka.
Tidak semudah itu, ternyata, untuk mengakhiri kesendirian.
Sebab rasa cinta tidak serta merta datang setelah kau mengucapkan sim salabim atau abrakadabra.
Kau tidak tahu kapan cinta datang mengetuk.
Kapan dia mencuri perhatianmu.
Kapan dia membuatmu gelisah.
Kapan dia meyakinkan hatimu bahwa di antara jutaan hati, hanya hatinya lah rumah tempatmu berteduh.
Entah kapan itu… seperti yang semua orang tahu, hanya waktu yang bisa memberi jawabannya.
Jadi, cinta… bersabarlah!
Aku kembali menegakkan kepala. Melebarkan senyum kala memandang berpasang-pasang kekasih yang lalu lalang di hadapanku. Memang benar aku iri, tidak salah lagi kalau hatiku pedih. Tapi aku mulai percaya lagi, sekarang ini waktumu menikmati cinta yang sudah datang. Aku hanya perlu menunggu sampai ia tiba dan mengucapkan salam.
“Assalamualaikum, Cinta…”
^__^

 

Happy malam mingguan d^^b
Posted in catatan tengah malam | Leave a comment

PERIHAL : A Late Rain

Aku mencandui

Debar kala menunggumu

 

: jangan datang terlambat lagi atau aku punah disengat panas

 

 

Posted in poem | Leave a comment

Perihal: Peringatan untuk Kekasih Kedua

 

 

Hati-hati menerima sisa hati
Bisa-bisa kamu nanti mati
Tahu-tahu ditinggal pergi
Lagi-lagi kamu cuma bisa gigit jari
Pelan-pelan bawa diri
Jangan-jangan kamu cuma dikadali
Lekas-lekas saja kamu sudahi
Mudah-mudahan cepat dapat ganti
Laki-laki baik, belum punya istri
*cheerrrssss*

 

^________^

 

 

 

 

$$$$$$$$$$$ end $$$$$$$$$$$$

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

[poem] GALAU … 2

 

 

Teman datang mengadu
Katanya, dia sedang galau
Bingung merisau
Minum soda disangka susu

 

Dia lalu mengaku
Galau karena diserbu rindu
Oh, tentu saja rindu bikin pikiran meracau
Perasan pun kacau balau
Sendu
Biru
Dungu

 

Kataku, cepatlah cari penghalau!
Sebelum kau mati kutu
Ajak dia ke penghulu
Lalu dirikan tenda biru

 

😀

 

 

 

#special to yang lagi pada galau-galau :p

 

Posted in poem | 7 Comments

[catatan siang] KEmana-mana

 

Hari ini saya belum melihat sesuatu yang menarik kecuali ketidak menarikan itu sendiri. Masih seperti aktivitas saya yang kemarin-kemarin, saya duduk di depan laptop sejak pagi. Sehabis mandi dan membereskan kamar seadanya. Menghadap ke dinding warna orange yang sebenarnya bukan warna favorit saya tapi cuman warna itulah yang tersedia di rumah ketika kamar saya diberondong kutu. Kutu yang berasal dari jamur di lemari buku saya. Lemari buku yang baru saya beli untuk menampung buku-buku saya yang kemarin kena korban di kutu buku. Kali ini benar-benar kutu buku. Makhluk kecil yang belum pernah saya lihat wujudnya ketika menggerogoti buku yang belum saya baca. Mengukirnya dengan bentuk yang unik tapi membuat saya gondok. Bagaimana saya bisa mengagumi hasil karyanya jika makhluk-makhluk pemangsa buku itu melakukannya di buku saya. Alhamdulillah, bukan buku kesayangan atau buku yang sudah tidak bisa dibeli di mana-mana lagi. Maka saya ikhlas saja ketika buku itu harus menjadi penghuni tong sampah.
Mungkin kamu menebak saya duduk di depan laptop sejak pagi karena sedang sibuk menulis. Jujur saja, sejak sebulan kemarin, saya memang sibuk menulis, mengejar deadline lomba. Tapi sejak saya sudah berhasil mengirimkan email ke panitia sehari sebelum deadline, saya menghabiskan waktu saya dengan bermain game. Saya penyuka game tapi tidak suka bermain banyak game. Satu atau dua saja. Biasanya saya punya dua akun. Untuk saling menolong kalau perlu barang-barang unlimited atau perlu dana. Asik saja. Game membantu saya menghilangkan rasa bosan. Jadi, kalau saya nongol di Facebook tapi diam saja, berarti saya sedang bermain. Memainkan mainan yang bikin saya sering lupa membalas komen atau melanjutkan tulisan-tulisan saya yang masih menggantung.
Kalau sedang menulis dan lelah, biasanya saya mengklik SOLITAIRE. JK Rowling juga biasa main game untuk memancing ide menulis. Entah, saya lupa membacanya dimana. Asal jangan kebablasan, trik ini juga boleh kalian pakai. Kadang-kadang malah keenakan main game, bikin kita lupa mau menulis apa.
Jadi, seperti ini saja. Menulis apa saja yang melintas di kepala. Ketika tidak ‘melihat’ sesuatu yang menarik, ketidak menarikan juga bisa jadi cerita.
Gerakkan jarimu!
Gerakkan jarimu!
Tulis saja. Lupakan teori. Tulis saja. Sampai titik. Dan akhiri!

 

^___________^

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment